Kiat Memenangkan Beasiswa
Saya menduga, penerima beasiswa untuk studi lanjut (S2 atau S3) baik di dalam maupun di luar negeri didominasi oleh orang-orang dengan latar belakang profesi tertentu. Para penerima beasiswa kebanyakan memiliki latar belakang profesi yang bisa dibilang: beasiswa-friendly.
Beberapa profesi yang termasuk ‘gampang’ memperoleh beasiswa antara lain: dosen, guru, PNS, Pegawai BUMN, peneliti, jurnalis, pekerja media dan pekerja social/lingkungan hidup (badan PBB, LSM dan sejenisnya). Sementara, pelamar beasiswa dengan latar belakang profesi lain terbilang lebih sulit untuk memenangkan seleksi beasiswa.
Belajar Sambil Bekerja – Cerita tentang bekerja paruh waktu
Tanpa bermaksud mengkotak-kotakkan, secara umum, ada 2 ‘kelompok besar’ pelajar yang menuntut ilmu di Inggris Raya ini. Pengelompokan ini saya lakukan berdasarkan asal muasal sumber pendanaan.
Kelompok pertama adalah pelajar self-funded alias pelajar yang merogoh koceknya sendiri (termasuk juga merogoh kocek orangtua, sanak saudara dan lain-lain) untuk belajar di sini. Sedangkan kelompok kedua adalah pelajar yang mendapatkan beasiswa untuk belajar di Inggris raya ini.
Nonton Wayang di Negeri Orang
Sabtu pekan lalu, saya melewati akhir pekan dengan cara yang tidak biasa.
Di akhir pekan itu, Royal Northern College Of Music (RNCM) Manchester – sebuah college musik terkemuka di Inggris Raya, menggelar sebuah acara bertajuk: RNCM Gamelan Weekend. Acara ini dimaksudkan untuk merayakan datangnya seperangkat gamelan lengkap, milik RNCM.
Rasanya seperti menggenggam es batu…
Ya!
Itulah yang saya rasakan ketika saya membiarkan kedua tangan saya berada di luar saku jaket, ketika berada di luar rumah. Bulan November hampir berakhir, dan rasanya memang, tiap hari menjadi semakin dingin di kota ini.
Betul, saya sedang bercerita mengenai Manchester. Kota di tengah-tengah (agak barat daya sebenarnya..) wilayah Inggris Raya. Kota ini boleh jadi adalah Bogornya Inggris. Hujan tiap hari tiada henti dan selalu dingin (dengan catatan, ini kalau Bogor masih dingin dan masih hujan terus…)
Angin di Manchester
Saya tidak tahu persis, berapa kecepatan angin rata-rata yang berhembus di Manchester. Yang jelas, berjalan di sepanjang Oxford Road, ketika angin berhembus, rasanya seperti tengah berjalan menyusuri bibir Pantai Parangtritis di Bantul, Jogjakarta.
Leave a Comment