mandi

Saat mandi pagi, ternyata memang menjadi saat yang cukup vital bagi hari yang akan saya jalani.  

Pada saat mandi pagi, biasanya saya gunakan untuk merencanakan hal-hal yang harus saya lakukan sepanjang hari. Tak jarang, ide-ide mengenai banyak hal juga muncul pas mandi pagi. 

Dulu, ketika saya SMU, saya bersekolah di sebuah SMU yang mengharuskan saya tinggal di asrama. smu-ku duluTiap pagi, kami harus bangun jam 04.30 (benar! Setengah lima pagi..), untuk segera mandi dan memulai belajar pagi.

Waktu itu rasio kamar mandi dan penggunanya adalah sekitar 1 banding 5, Jadi, mandipun harus dilakukan dengan (agak) terburu-buru. Akibatnya, saat mandipun, bagi saya, menjadi tidak se-“inspiratif” dibandingkan sekarang. 

Tapi,  saya juga ingat, ketika SMU, saat (maaf) buang air besar di pagi hari, adalah saat yang saangaaattttt kondusif untuk menghafal bahan-bahan ujian..  ;-))

Balik lagi ke mandi. 

Di penghujung masa kuliah dulu, saya harus mengikuti program Kuliah Kerja Nyata. Waktu itu saya ditempatkan di sebuah desa yang sulit air.

Untuk mandipun, kami harus membeli air dari PDAM. Harganya sekitar 60 ribu rupiah per tangki per minggu.kambing

 Karena sulitnya air, jatah air untuk mandipun menjadi terbatas. Biasanya saya hanya menghabiskan 1 ember sedang, tiap kali mandi. 

Pengalaman itu ternyata berguna juga sekarang. Di Balikpapan, saya pernah beberapa kali mengalami “mati air”. Kalau sudah begitu, saya akan memanfaatkan keahlian saya, untuk mandi dengan seember air saja. 

Sambil ikut menghemat air, Saran saya, bolehlah sekali-sekali anda coba mencukupkan diri untuk mandi dengan seember air.   Dijamin tetap bersih kok!😉

4 comments so far

  1. Detektif on

    Sekolah apa itu yang mengharuskan siswanya bangun jam 430?? apakah sma taruna nusantara? atau sma katolik?

  2. indralogy on

    bung detektif,

    adalah tugas anda untuk mengungkapnya..

  3. Detektif on

    Sebagai seorang detektif, saya mencoba mengusut….

    Apakah anda alumni dari SMU Kolese Debritto??

  4. indralogy on

    Sodara Detektif,
    Penelaahan sodara bisa dibilang terlalu prematur.
    Padahal, menurut hemat saya, tidak ada sesuatu yang misterius dalam hal ini.
    Yang dibutuhkan hanyalah kejelian dan kehati-hatian dalam menelaah.
    Ingat, dalam dunia perdetektifan, kesalahan dugaan adalah hina. Camkan itu.
    Jadi, Sodara harus mengasah lagi kemampuan sodara.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: