Perilaku Berdoa

Sejak kecil, saya diajari untuk berdoa. Mulai dari doa-doa ‘hafalan’ sampai doa yang lebih personalized..

Sejalan dengan pertambahan usia, saya merasa, saya sering curang dalam urusan doa. Ketika teman saya butuh bantuan, tidak jarang saya akan bilang : “saya bantu dengan doa”… Saya sering mengucapkan itu dengan nada canda, tidak serius…

Juga, tidak jarang, saya mengucapkan doa hanya karena rutinitas. Bukan dari hati.

Intinya, saya sering memposisikan doa sebagai kegiatan yang kurang penting dan ‘nggak ngaruh’ dalam hidup saya.

Anehnya, di saat yang lain, saya bisa berubah 180 derajat.

Ketika saya menghadapi peristiwa penting, misalnya saja, pas ujian skripsi, saya akan berubah (seolah-olah) menjadi sosok pendoa paling rajin yang pernah ada..

Bukan cuma itu, ketika saya sangat takut dan khawatir mengenai sesuatu hal, misalnya saja ketika pesawat yang saya tumpangi tiba-tiba “terbang dalam cuaca yang kurang menguntungkan”, saya juga akan buru-buru memejamkan mata dan komat-kamit membaca doa.

Begitulah perilaku berdoa yang saya miliki… jauh dari ideal..๐Ÿ˜ฆ

rmdSaya berharap, saya bisa lebih memaknai doa. Bukan cuma bisa berdoa dengan sungguh-sungguh ketika takut, khawatir dan mengharapkan sesuatu.. tapi juga bisa berdoa dengan tulus dan sungguh-sungguh, meski dalam situasi yang tampaknya normal dan biasa-biasa saja.

Mensyukuri setiap hela nafas yang masih boleh dihirup dan dihembuskan…

1 comment so far

  1. bull on

    kekekekkkkkk….
    koq tiba2 kamu jadi super lucu….
    gokil koq sama Tuhannya sendiri…….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: