Archive for September, 2007|Monthly archive page

Membantuku Mengenalku dan Membantumu Mengenalku

Hari ini, 23 September 2007, sudah hampir 4 bulan saya ‘mengelola’ blog ini.

Seperti tertera di header blog ini, tagline yang saya pilih untuk blog ini adalah:           

Mencatat Yang Lewat

Kenapa?

Karena blog ini memang berisi tulisan mengenai hal-hal yang “lewat” di kepala saya. Tentu saja tidak semua hal yang “lewat” di kepala saya, serta merta saya tulis disini.

Selama hampir 4 bulan ini, saya juga mendapat beberapa teman baru, yang mengenal saya melalui blog ini. Menyenangkan. Continue reading

Advertisements

Keluarga Berencana

Saya lahir dalam sebuah keluarga berencana.

Maksudnya, orang tua saya hanya punya 2 anak, yaitu kakak perempuan saya, dan saya. 

Bukan Cuma itu, Ibu saya juga memenuhi anjuran yang sering dibicarakan dalam penyuluhan KB:  20-2-3-30.  

20         : Usia paling dini untuk hamil

2          : Jumlah anak maksimal 2

3          : Jarak antara anak pertama dan kedua adalah sekitar 3 tahun

30         : Usia paling tua untuk hamil 

kbIbu saya melahirkan kakak saya ketika usia beliau belum genap 23 tahun. Kemudian, beliau melahirkan saya ketika usia beliau menjelang 25 tahun.  Continue reading

Budiarto Shambazy dan Samuel Mulia : Parodi dan Politika

Kedua orang yang namanya saya tulis diatas, bisa jadi saling mengenal, namun bisa jadi juga tidak. 

Yang pasti, keduanya sama-sama menulis kolom di sebuah harian terkemuka di Indonesia.

1Yang juga pasti, saya hampir tak pernah melewatkan membaca tulisan mereka. Rasanya kurang lengkap melewati hari Selasa, Sabtu dan Minggu tanpa membaca tulisan mereka. (Kalo untuk kalimat ini, saya agak berlebihan…) 

Pak Budi – begitu beliau mungkin biasanya dipanggil – menulis artikel di kolom Politika setiap hari Selasa dan Sabtu, sedangkan Om Sam – begitu beliau (sekali lagi mungkin..) biasanya dipanggil – menulis artikel di kolom Parodi di setiap hari minggu.  Continue reading

Total Idol

 

Suatu hari di awal tahun 2004, saya diajak seorang teman untuk bergabung dalam sebuah kelompok band di kantor.

Crisa, teman saya itu, bilang, dia merintis sebuah band, dan saat ini membutuhkan keyboardist dan vocalist cowok.  

Awalnya saya enggan untuk bergabung, mengingat kemampuan saya bermain keyboard, menurut saya, sangat jauh dari mencukupi untuk bermain dalam sebuah band. Tapi Crisa meyakinkan saya untuk tetap bergabung. Dia bilang, di band itu akan ada 2 keyboardist, jadi tugasnya tidaklah seberat kalo hanya dengan 1 keyboardist.  Continue reading