Angpau Lebaran

 Ketika kecil – semasa saya SD sampai SMP – saya hampir selalu ikut merayakan lebaran. 

Sehari sebelum lebaran, saya akan pamit kepada orang tua saya, untuk menginap di rumah salah satu nenek saya di Muntilan. Disana, biasanya sudah berkumpul cucu-cucu H. Ridwan / H. Elimas (ini adalah nama almarhum kakek saya).  

bcMalam itu, selain nonton takbiran, kami biasanya akan menyalakan berbagai jenis kembang api. Mulai dari “kembang api tetes” sampai “air mancur”. Selain itu, saya juga beberapa kali diajak untuk mengantarkan beras kepada beberapa saudara jauh. 

Di hari lebaran, acara pertama setelah sholat Id adalah bersalam-salaman sambil bermaaf-maafan (kami menyebutnya “Ujung”). Kemudian, tamu-tamupun mulai berdatangan di rumah Nenek. 

Di hari kedua, saya sering ikut “ujung” ke tempat beberapa saudara jauh. Seperti laiknya anak kecil, kunjungan yang paling berkesan adalah kunjungan yang “menghasilkan”..😉 

Yang saya ingat, saya tidak akan melewatkan kesempatan berkunjung ke rumah Pakde Marsito di daerah Mutihan , dekat nJudah, beberapa belas kilometer dari Muntilan, ke arah selatan.

Kunjungan ke rumah Pakde Marsito ini menjadi favorit saya (dan beberapa sepupu saya lainnya), karena beliau cukup royal memberikan ‘angpau’…  

Ps. Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir Batin.. 

 

Foto: Plaza Balikpapan (sering dipanggil : BC) yang super rame menjelang lebaran…

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: