Jum’at Tanggal 13…

Hari ini adalah hari Jum’at yang bertepatan dengan tanggal 13.

Friday the 13th.

Ingatan saya sontak kembali ke masa kecil, ketika TVRI, setiap malam Jum’at, menyiarkan serial horor Friday the 13th .

Waktu itu , setidaknya di rumah saya, belum ada siaran TV selain TVRI. Jadi, tiap kamis malam, bisa dipastikan, seisi rumah akan menunggu-nunggu serial ini.

Setelah itu, acara yang tak kalah dinanti adalah Dunia Dalam Berita. Saking terbatasnya hiburan, di rumah saya sempat ada ‘tradisi’ aneh: tebak-tebakan siapa pembaca Dunia Dalam Berita malam itu, apakah Yan Partawijaya, Dian Budi Argo, Luther Kalasuat atau yang lain..

Kalau hari ini tanggal 13 November, berarti 2 hari lagi, genap 2 bulan saya berada di Manchester.

Balai Kota

Ini Balai Kota Manchester, di sebuah sore ber-matahari..

Ketika pertama kali tiba, saya sering mendengar cerita mengenai betapa basah dan dinginnya kota ini.

Awalnya, saya pikir semua cerita itu adalah mitos, karena minggu-minggu pertama disini, meskipun dingin, matahari masih sering bersinar disini.

Lambat laun, memasuki bulan november, saya harus menerima kenyataan bahwa mitos itu bukanlah sekedar mitos belaka.  Untunglah, Sejauh ini, kulit saya mulai paham dengan hawa dingin yang menggigit, plus hujan yang datang dan pergi tanpa permisi.

Urusan makanan, saya tidak perlu khawatir.

Disini, saya bisa membeli beras dengan harga murah, 73 pence, sekitar 11 ribu rupiah, dengan tingkat kepulenan yang, menurut saya, menurut istri saya dan menurut beberapa teman: sempurna!

Urusan bahasa, ada yang menarik di kota ini.

Di kota ini, atau lebih tepatnya di University of Manchester, tempat saya belajar,  ada banyak sekali international students yang datang menuntut ilmu disini. India dan Cina sangatlah dominan, mereka ada dimana-mana.. Belum lagi yang dari negara eropa lain, Arab, Amerika latin dan banyak lagi.

Jadi, ketika saya berjalan-jalan, di sekitar kampus, bahkan di city center atau dimanapun,  saya akan sering mendengar percakapan-percakapan yang dilakukan dalam berbagai bahasa.  Inilah yang membuat saya “tidak merasa sendirian” hehe..

Manchester minggu – minggu ini

Hampir sepanjang minggu ini, hujan. Matahari sudah tenggelam sekitar jam setengah lima sore.

Akhir Oktober lalu, ada perayaan Halloween di seantero kota.

Di jalan-jalan banyak berkeliaran orang berkostum. Kostum yang banyak diminati adalah kostum perawat dengan aksen darah muncrat di sekitar baju dan wajah..

Entahlah, barangkali legenda suster ngesot juga ada disini, saya akan coba cari tau.

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: