Saya dan Menulis

Saya tak ingat persis, apakah saya lebih dahulu bisa membaca, atau menulis. Yang jelas, saya masih ingat bahwa saya dulu suka sekali membaca kolom berita olahraga di koran pagi.

Saya memang lebih suka membaca koran, dibanding membaca buku, walaupun saya tetap suka membaca lima sekawan atau kisah detektif cilik amy adams dan hawkeye collins.

Kalau menulis, saya mulai (merasa) bisa menulis di kelas 5 SD. seorang guru yang super killer dan tidak pernah memberi nilai di atas 7 untuk pelajaran mengarang, memberi saya nilai 8 untuk karangan yang saya buat.Β  Setelah itu, saya sibuk dengan kegiatan menyanyi dan lupa dengan menulis. Tentang menyanyi ini, jelek-jelek, saya pernah jadi juara 1 lomba nyanyi putra se kabupaten magelang. tau siapa juara 1 putri nya? tak lain dan tak bukan, Nafa Urbach! Sayang saya tak punya dokumentasi video. Barangkali suara saya memang (dulu) sekeren itu. Barangkali..πŸ™‚

Di SMP, saya mulai kagum dengan orang-orang yang berhasil menulis di koran. Di koran Bernas, waktu itu, setiap seminggu sekali ada 1 halaman yang dikhususkan untuk para pelajar yang ingin belajar menulis. Nama rubriknya: Gema.

Di SMA, saya pernah iseng ikut lomba menulis di Bernas, dan suatu ketika, tulisan saya dimuat di Bernas. Oiya, di SMA juga, saya sempat ikut ekskul jurnalistik. Pengajarnya bernama Pak Marjuki, seorang wartawan senior yang sangat jago. Saya belajar membuat koran selembar. Menyenangkan. Di SMA ini juga, saya bertemu dengan nama-nama “idola” saya, yang kerap mengisi rubrik Gema.

Ketika kuliah, saya malah nggak pernah menulis lagi. Baru ketika saya bekerja di Balikpapan, saya sempat sangat aktif menulis di rubrik opini koran Tribun Kaltim. Ada suatu masa, ketika dalam sebulan, saya bisa membuat 2 sampai 3 tulisan yang dimuat. Rasanya tetap menyenangkan, melihat tulisan kita dimuat di media massa.

Saya juga merasa lebih mengenal seseorang, ketika saya bisa membaca tulisan orang tersebut. Walaupun jarang bertemu, saya bisa merasa kenal dan dekat, ketika saya banyak membaca apa yang ditulisnya.

Sekarang, saya relatif lebih jarang menulis – selain menulis report yang berhubungan dengan pekerjaan tentunya. Di blog inipun – yang usianya sudah 7 tahun – jumlah posting saya baru 75 posts, yang artinya 10-11 post per tahun, atau kurang dari 1 tulisan per bulan.

Terlepas dari soal jumlah tulisan yang saya hasilkan, soal kepuasan tulisan dimuat di media massa atauoun honor/reward yang saya dapat ketika menulis, saya harus mengakui, menulis itu memang nikmat.

Saya bisa merasakan ada sesuatu yang mengalir di kepala saya, ketika saya menulis.. – mmm.. ini mulai berlebihan..πŸ˜‰

Sekian dan terimakasih..πŸ™‚

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: