One hit wonder

Apakah familiar dengan istilah one hit wonder?

Bila tidak familiar, istilah One hit wonder ini memang lebih sering dipakai di industri musik. Kalau ada artis penyanyi yang 1 atau 2 lagunya meledak di pasaran (istilahnya: ngehit) tapi kemudian setelah itu hilang, nggak pernah bikin lagu lagi. Atau, kalaupun bikin lagu lagi, tapi nggak sepopuler lagu sebelumnya, maka sosok macam ini pantas digelari one-hit wonder. Kalau di Indonesia, barangkali contohnya adalah duet sinta-jojo, yang sempat begitu heitz dengan duet lipsingnya di kanal youtube, sampai kemudian mereka laris muncul di infotainment dan tentunya, jadi bintang iklan sosis..🙂

 

Contoh lain, misalnya para alumni ajang pencarian bakat. AFI, Indonesian idol, mamamia dan sejenisnya. Pada masa kejayaannya, mereka menjadi sosok yang begitu digilai masyarakat. Jadwal manggung padat. Fans bejibun. Tarif manggung (mungkin) jadi melambung. Namun, tak butuh waktu lama, spotlight kesuksesan mereka menjadi redup. Bahkan hilang tak berbekas.

Tentu ada perkecualian. Tak sedikit pula alumni ajang pencarian bakat yang nggak berhenti menjadi one hit wonder. Berkat kerja keras dan konsistensi, nama-nama seperti Judika, Monita, Citra Skolastika, berhasil memiliki kesuksesan yang lebih lama.

Dalam hidup saya pun demikian. Kadang, saya, atau barangkali juga kita, terlalu cepat berpuas diri dengan hasil yang sudah kita capai. Setelah memperoleh satu capaian, acapkali saya terlalu lama merayakan kemenangan. Saking lama dan nyamannya, saya kadang jadi lupa untuk mencari tantangan dan capaian-capaian baru untuk ditaklukkan.

Suasana nyaman setelah memperoleh suatu prestasi atau kesuksesan memang bisa melenakan. Saking melenakannya, tidak jarang kita temui orang-orang yang begitu senang menceritakan “kejayaan masa lalu”nya. Cerita tentang pencapaian yang awalnya inspiratif, mencerahkan, namun karena begitu seringnya diulang, tanpa pencapaian baru, pelan-pelan berubah menjadi cerita yang justru menjemukan.

Mudah-mudahan saya bisa selalu punya semangat untuk tidak berlama-lama dalam pesta pencapaian. Sekaligus punya semangat untuk berani mencanangkan tujuan-tujuan baru untuk dicapai dan ditaklukkan. Dengan begitu, akan banyak “cerita kejayaan” yang bisa terus disampaikan dan diperbaharui. Bukan hanya cerita tentang capaian-capaian yang sudah usang, tapi tentang capaian-capaian yang selalu baru dan menyegarkan.

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: