Mengelola Keuangan

Minggu depan, saya diminta untuk mengisi sebuah sesi tentang “Mengelola Keuangan Keluarga”. Rencananya, saya akan sharing sepanjang 90 menit kepada para pasangan yang berencana untuk menikah dalam waktu dekat.

Ketika saya diminta untuk mengisi sesi ini oleh seorang sahabat, saya langsung mengiyakan tawarannya. Saya berfikir, ini kesempatan bagus untuk menambah jam terbang saya berbicara di depan publik tentang topik yang saya sukai dan (mudah-mudahan) cukup saya kuasai. Segera setelah mengiyakan, saya mulai panik. Saya mulai kawatir kalau saya tidak bisa menyampaikan materi ini sesuai dengan yang diharapkan.🙂

Saya memang kuliah di fakultas ekonomi, jurusan akuntansi malah. Bidang pekerjaan sayapun tak jauh-jauh dari hal-hal berbau uang. Sayapun termasuk orang yang sangat antusias terhadap perencanaan keuangan pribadi. Tapi tetap saja, saya masih agak-agak kurang pede untuk menjadi “pembicara”.

Tapi kemudian saya berfikir, tahun ini, saya akan merayakan ulang tahun pernikahan yang ke delapan. Jadi, setidaknya saya sudah punya bekal pengalaman selama 7 tahunan untuk mengelola keuangan keluarga saya. Paling tidak, saya bisa menceritakan dan berbagi pengalaman tentang apa yang sudah saya lakukan selama 7 tahun terakhir ini.

Slide presentasi sudah selesai saya buat. Tidak berpanjang-panjang, tapi nampaknya cukup untuk memperkenalkan tentang apa, kenapa dan bagaimana mengelola keuangan keluarga.

Buat saya, dan juga keluarga kecil saya, mengelola keuangan itu sangat mirip dengan mengelola program diet untuk menurunkan berat badan.

Supaya diet berhasil, yang pertama harus dilakukan adalah, kita harus tahu berat badan kita sekarang, dan menentukan berat badan yang ingin kita capai di masa depan. Setelah tahu, kita harus membuat rencana  tentang bagaimana mencapai tujuan berat badan idaman yang sudah di-set sebelumnya. Langkah terakhir, dan yang paling sulit, kita harus disiplin dengan rencana yang kita buat itu, supaya berat badan idaman tercapai.

Ringkasnya, langkah mengelola keuangan adalah: kenali keadaan sekarang dan tentukan tujuan keuangan, susun rencana untuk mencapai tujuan, laksanakan rencana itu dengan disiplin.

Walaupun nampak sederhana, merencanakan dan mengelola keuangan keluarga tidaklah semudah yang dibayangkan. Juga, tidak semua orang tau dan paham tentang cara mengelola keuangan dengan tepat.

Dalam sebuah sesi sharing beberapa bulan lalu, saya mendapat pertanyaan dari seorang bapak yang dalam waktu 1-2 tahun ini akan mencapai usia pensiun. Karena sudah cukup lama bekerja, Beliau akan mendapatkan uang pensiun yang (untuk ukuran saya) sangatlah banyak jumlahnya. Namun, rupanya Bapak ini tidak punya ide tentang ‘mau diapakan’ uang sebanyak itu.

Tentu sangat disayangkan, bila nanti uang pensiun sudah di tangan, lalu kita malah kebingungan mengelola uang sebanyak itu.

Jadi, bila tahun depan anda mendapat uang pensiun ataupun uang pesangon yang cukup besar, apa rencana anda?

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: