Pemilih Jokowi: Trader atau Investor?

Bagi para pemilih jokowi di pilpres 2014 yang lalu, minggu-minggu ini tentu bukanlah hari-hari yang mudah untuk dilalui.

Kalo diibaratkan membeli saham, para pemilih yang di pilpres kemarin memilih ‘membeli saham’ jokowi pasti mulai merasa ketar-ketir.

Gara-gara kisruh KPK dan POLRI, jokowi mulai dipersepsikan negatif. Hasilnya, ‘harga saham’ jokowi pun mulai menurun.

Bagi para pemilih yang bermental trader, tentu hal ini sungguh mengkhawatirkan.

Mereka harus memutuskan kapan mereka bisa “cut-loss” dan “menjual-saham” jokowi, untuk meminimalkan kerugian.

 

Sementara itu, bagi pemilih yang “membeli saham” jokowi dengan niat sebagai investor, walaupun tetap sibuk menyampaikan kritik, mereka akan cenderung lebih tenang, tidak se-khawatir para trader.

Mereka tahu betul bahwa hasil investasi, apalagi di instrumen saham, hanya bisa dinilai dan dinikmati hasilnya dalam jangka waktu yang panjang.

 

Bagaimana dengan pemilih Prabowo?

Dengan kalahnya Prabowo dalam pilpres kemarin, bisa dibilang, “saham prabowo” saat ini tidak belum lagi diperdagangkan di bursa saham.

Dengan kata lain, dalam 5 tahun ke depan (kalau tidak ada pemakzulan terhadap jokowi) yang bisa dilakukan para “pemilik saham” prabowo adalah ikut menjaga dan meningkatkan imej/kinerja fundamental prabowo supaya kelak (kalau masih mau) bisa memenangkan pilpres selanjutnya.

 

Lalu bagaimana dengan yang golput?

Namanya juga golput, tentu perannya adalah menjadi golput. Menjadi penonton. 

Yang pasti, golongan ini tidak “menginvestasikan uangnya” ke “saham jokowi ataupun prabowo”.

Alasannya biasanya adalah: karena tidak ada saham calon yang lebih baik.

Walaupun, sikap ke-putih-an mereka ini, pada akhirnya tetap saja menguntungkan pemenang pemilu. Siapapun pemenangnya.

 

Dalam dunia investasi, golongan pemilih jokowi dan prabowo sama-sama bisa dikategorikan sebagai golongan risk taker, berani mengambil resiko.

Sedangkan golput, bisa digolongkan sebagai kelompok risk averse

1 comment so far

  1. kembangbakung on

    haha… analogi yang menarik sekali. ^^


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: