refleksi ulang tahun: you are what you eat

gambar diambil dari ilovethispic.com

gambar diambil dari ilovethispic.com

Akhir bulan lalu, saya melakukan annual medical check up (MCU).

Memang, kantor tempat saya bekerja mewajibkan pekerjanya untuk melakukan MCU setiap tahun.

MCU tahun ini sedikit berbeda untuk saya.

Mulai tahun ini, saya sudah masuk ke dalam kelompok usia yang diwajibkan untuk melakukan treadmill (selama 13 menit) sebagai salah satu agenda MCU.

Kecepatan dan inklinasi yang berubah-ubah dan selalu meningkat, membuat sesi treadmill tersebut lumayan menguras nafas, walaupun durasinya cuma 13 menit.

15 menit beristirahat usai treadmill, saya berjalan kaki kembali ke kantor dari klinik. Dan ternyata kepala saya masih saja terasa berkunang-kunang sepanjang perjalanan itu…😦

Untunglah hasil MCU cukup baik. Dibanding tahun lalu, berat badan saya turun 3 kilogram.

Catatan dokterpun cukup klasik: Berat badan sedikit berlebih, level kolesterol ‘borderline’.

Nah, tentang berat badan.

Liburan akhir tahun lalu, saya berlibur ke Jogja dan Magelang. Lazimnya liburan, berat badan saya naik hampir 5 kilo hanya dalam 2 minggu.

Setiba di Balikpapan, saya bertekat untuk mengembalikan berat badan ke ukuran semula.

Porsi makan saya kurangi. Porsi olahraga saya tambah adakan.

Namun ternyata, perlu waktu 5 minggu (bukan 2 minggu) untuk mengembalikan berat badan saya ke ukuran sebelum liburan..

Saat itulah saya merasa menua..

 

Dulu, saya merasa begitu mudah menaik-turunkan berat badan.

Kalo pas makan banyak dan sering, berat akan naik dengan cukup cepat.

Lalu, cukup dengan mengurangi makan, maka berat akan serta merta turun, dengan tak kalah cepat.

Tapi sekarang???  rupanya sudah tidak semudah itu..

Menaikkan berat badan masih mudah, Tapi menurunkan? Perlu upaya ekstra keras..*hikz*.

 

Dengan usia yg tak lagi belia ini, tidak ada pilihan lain selain hidup lebih sehat : menjaga pola makan dan meluangkan waktu untuk berolahraga.

Apalagi akhir-akhir ini saya semakin sering mendengar kabar dari teman-teman seusia yang terpaksa menanggung sakit ini itu hanya gara-gara makanan yang diasup dan jarang berolahraga..

Sedikit catatan tentang menurunkan berat badan.

Setiap hari, dalam tubuh kita akan terjadi kegiatan:

  • Mengasup kalori sesuai dengan makanan/minuman yang kita konsumsi dan
  • Mengeluarkan kalori sesuai dengan aktifitas yang kita lakukan.

Yang harus terjadi untuk menurunkan berat badan adalah, membuat keadaan defisit kalori di dalam tubuh.

Secara umum, tubuh manusia akan mengeluarkan 2000 kcal (kilo kalori) sehari.

Jadi, misalnya, dalam sehari, kita hanya mengasup makanan sebanyak 1500kcal. Artinya, di hari tersebut kita berhasil defisit 500 kcal.

Mengutip situs http://www.huffingtonpost.com/2013/03/05/3500-calories-one-pound-fat-calorie-burn_n_2806578.html

Secara umum, untuk menurunkan 0.5 kg berat badan, kita perlu defisit 3500 kcal.

Jadi, dengan defisit kalori sebesar 500kcal per hari, maka berat badan kita akan berkurang 0.5 kg dalam seminggu.

Tentu saja, itu adalah hitungan ‘kasar’semata.

Ada banyak faktor lain yg akan mempengaruhi upaya menurunkan berat badan. Belum lagi adanya fenomena “weight-loss plateau”..

Jadi, entah ingin menurunkan berat badan atau tidak, menjaga kesehatan sangat bisa dilakukan dengan menjaga asupan makanan.

Bukankah ada pepatah, you are what you eat?

3 comments so far

  1. kembangbakung on

    naik krl tiap hari – mungkin bisa menambahkan hitungan kalori yang bisa dibuang hahahahaa…

    • indralogy on

      bingitz lil! :))

  2. katamiqhnur.com on

    salam kenal. mampir balik yaa!!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: