Buah dan Pohon

DSC06281

Kata sebagian orang, wajah anak saya yang pertama mirip dengan wajah saya. Sementara, anak kedua saya, disebut mirip dengan istri saya.

Beda lagi kata sebagian orang yang lain, wajah kedua anak saya disebut mirip dengan istri saya dan tak ada miripnya dengan saya.

Soal wajah yang mirip dan tidak mirip memang acapkali subyektif, tergantung si orang yang berpendapat. Maka tak jarang terdengar,si x itu mirip sama eyang putrinya, rambutnya kriting, tapi perawakannya lebih mirip sama papanya, tinggi besar, dan seterusnya.

Setelah beberapa tahun memiliki anak, saya sering melihat bahwa wajah anak-anak saya itu tampak “berganti-ganti” kadang mirip saya, kadang mirip mamanya.

Satu hal yang perlahan saya sadari, ternyata kesamaan-kesamaan antara orang tua dan anak, tidak berhenti pada kesamaan wajah/fisik belaka. Seringkali, saya melihat sifat anak-anak saya yang persissss sama seperti sifat saya.

Naia, anak sulung saya misalnya. Setiap hari rabu atau kamis, dia akan makan sembari membaca majalah bobo yang baru datang.

Menurut “pedoman umum per-orangtua-an” tentu makan sambil membaca adalah hal yang kurang dianjurkan dan anak harus ditegur karenanya. Tapi, alih-alih menegur, saya malah jadi teringat saya yang dulu selalu diomelin oleh ibu, karena makan sambil membaca..

Itu cuma salah satu contoh.

Ada begitu banyak kesamaan sifat antara saya dan istri saya, dengan anak-anak kami. Saking banyaknya, ketika saya ngomel/menegur anak-anak saya, rasanya seperti sedang ngomel ke diri sendiri..

1 comment so far

  1. kembangbakung on

    hahaha…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: