Memberi dari Kekurangan

Mumpung belum berlalu terlalu lama, kali ini saya ingin bercerita tentang perayaan Natal tahun 2016 yang lalu.

Natal tahun ini adalah natal kedua keluarga kami merayakannya di Balikpapan, setelah saya kembali ditugaskan di Balikpapan, pertengahan 2014 yang lalu.

Oiya, selama kami tinggal di Balikpapan, baik dulu sebelum menikah maupun 2.5 tahun terakhir, kami (terutama istri saya) memang cukup “kepake” dalam acara-acara di Paroki kami. Kebetulan, istri saya memang sangat suka menyanyi dan suaranya sangat cocok untuk menyanyi di gereja, menurut saya… 🙂  Kalau saya, walaupun saya juga suka menyanyi, dulu waktu kecil sering menang lomba nyanyi, sekarang masih nyanyi di band, tapi saya sebenarnya merasa bahwa saya lebih cocok untuk menjadi produser.. 😀

Taken with Lumia Selfie

Taken with Lumia Selfie

Kembali ke topik. Kali ini, saya dan istri mendapat tugas untuk menyanyikan doa umat meriah, saat perayaan malam natal. Buat istri, tugas macam ini bukanlah masalah besar, karena dia memang penyanyi dan sudah sering sekali bertugas. Buat saya, tugas ini tidaklah semudah yang dibayangkan.. Dengan modal percaya diri, dan karena tugas ini memang biasanya diberikan kepada pasangan suami istri, sayapun setuju untuk menerima tugas itu…

Untung saja, Puji Tuhan, walaupun materi tugas baru kami terima 2 hari sebelum hari h, lagu yang dipakai tidaklah terlalu sulit, sehingga bisa cukup mudah dan bisa cepat dipelajari.

anyway, walaupun gak terlalu berhubungan dari cerita di atas, saya jadi ingat petikan cerita tentang persembahan seorang janda miskin.

Saat orang-orang berlomba dan bahkan pamer saat memasukkan uang ke dalam persembahan, ada seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua uang tembaga, yaitu uang receh terkecil. Jumlah persembahan si janda ini memang kecil, tidak sebesar persembahan yang lain, tapi rupanya, surprisingly, persembahan yang sedikit ini justru lebih berkenan di mata Tuhan..

Janda miskin ini dinilai memberi lebih banyak daripada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Kenapa begitu? Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya. Memberi dari semua yang dimilikinya, yaitu seluruh nafkahnya…

 

Advertisements

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: