Tips Menyelesaikan Skripsi

Saya cukup sering mendapat pertanyaan tentang Skripsi dari mahasiswa atau teman-teman yang sedang berjuang untuk menulis dan menyelesaikan studinya. Sedapat mungkin saya akan membantu menjawab, sesuai dengan yang saya tahu dan kadang merujuk kepada pengalaman-pengalaman saya sebelumnya.

Skripsi memang sering dianggap momok: sesuatu yang sulit diselesaikan dan menyeramkan. Topik penelitian yang susah, dosen pembimbing yang killer dan jarang bisa ditemui, seolah menambah seram si skripsi ini. Saking seremnya, seorang teman (yang sudah menyelesaikan 143 SKS dengan IPK hampir 3.5) bahkan sampai harus berhenti dari kampus karena gagal menyelesaikan skripsinya (yang cuma 6 SKS itu…)

Dari yang pernah saya alami, resep paling manjur supaya skripsi bisa segera selesai itu adalah dengan cara: mengerjakannya.  Itu saja.

Saat menyusun skripsi dulu, saya memulainya di awal semester, bulan Januari.

Semua biasanya diawali dengan penuh semangat. Minggu pertama, setelah membuat file MS word dengan judul “draft skripsi” saya mencari data sana-sini. Ke perpustakaan, googling ini itu. Hal ini bisa berlangsung sekitar 2 minggu, atau paling lama 1 bulan..

Setelah itu, sayapun segera mentelantarkan si skripsi ini selama 5 bulan sesudahnya, sampai semester itupun berakhir.. Alasan penelantaran bisa macam-macam. Kalau saya dulu, karena keasikan bekerja, keasikan mendapatkan uang…

Karena ditelantarkan, hasilnya bisa ditebak. Skripsipun idak ada kemajuan.

Semester berikutnya , kalau tidak hati-hati, siklus yang sama akan berulang.

Untung saja, saat saya menyusun skripsi, siklus macam itu cuma berlangsung 1 semester. Di semester berikutnya, salah satunya karena desakan orangtua, saya akhirnya memaksa diri mengerjakan skripsi, dan bisa selesai dalam waktu kurang dari 2 bulan efektif.

Pengalaman kedua, saat saya menyusun disertasi. Waktu itu, waktu menyusun disertasi dibatasi dalam 3 bulan saja, nggak boleh lebih. Kecuali ada kasus yang sangat khusus.

Karena waktu yang demikian pendek, sayapun tidak punya pilihan. Jadwal harus dibuat dengan ketat, dan ditepati dengan disiplin. Setiap hari dalam 3 bulan itu, saya mengerjakan apa yang bisa saya kerjakan.

Hasilnya, disertasipun dapat selesai tepat waktu.

 

Nah, berkaca pada 2 pengalaman itu, sekali lagi saya ingin menuliskan, bahwa resep paling manjur supaya skripsi/disertasi bisa segera selesai itu adalah dengan cara: mengerjakannya.

Demikian. 🙂

 

Advertisements

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: