15 Juni: Ultah yang Tertukar

Saya punya cerita tentang tanggal hari ini, 15 Juni.

Ceritanya berhubungan dengan Ibu saya.

Jumlah anak kakek nenek saya (dari pihak Ibu) ada 12. 7 Laki-laki dan 5 Perempuan.

Artinya, Ibu saya memiliki memiliki 11 saudara kandung.

Ibu saya anak ke-6, dan anak perempuan ke-2.

Saking banyaknya, keduabelas bersaudara ini tidak pernah tinggal bersama dalam satu rumah.

Konon, Almarhumah Simbah putri saya memang melahirkan setiap 2 tahun sekali.

Anak ke-4 Simbah, lahir di tahun 1949. Adiknya (anak ke-5) lahir di tahun 1951. Sedangkan anak ke-6 (Ibu saya) tercatat lahir  di tahun 1954..

Disinilah ceritanya berawal…

 

Selama puluhan tahun, catatan resmi di dokumen kependudukan menyebutkan bahwa Ibu saya lahir pada tanggal 15 Juni 1954.

Selama itu pula, saya juga selalu memberikan ucapan selamat ulangtahun kepada Ibu, di tanggal itu.

Saya lupa persisnya kapan, Ibu mulai sering mencetuskan bahwa tanggal lahirnya bukanlah tanggal 15 Juni 1954.

Ibu meyakini, bahwa memang simbah melahirkan setiap 2 tahun sekali.

Itulah kenapa, menurut Ibu, tahun lahirnya  adalah tahun 1953, tapi tak pasti di bulan apa dan tanggal berapa.

 

Ada beberapa argumen yang dicetuskan oleh Ibu terkait hal ini.

Argumen pertama: Ibu meyakini bahwa simbah melahirkan setiap 2 tahun sekali. Artinya, Ibu seharusnya lahir di tahun 1953, karena kakak Ibu lahir di tahun 1951.

 

Argumen kedua: tanggal 15 Juni dipakai sebagai tanggal lahir Ibu, karena Simbah barangkali lupa, atau tidak punya catatan pasti mengenai tanggal lahir Ibu. Sebagai argumen tambahan, Ibu juga menyampaikan bahwa anak ke-7 (paman saya) juga memiliki tanggal lahir yang sama persis, 15 Juni, cuma beda tahun saja: 1955.

Memang agak too good to be true  sih, kalau anak ke-6 dan anak ke-7 lahir di tanggal yang sama persis, dan cuma beda setahun..

Argumen ketiga yang diajukan oleh Ibu adalah, Ibu meyakini, bahkan mengimani, bahwa dia, menurut info dari Simbah, lahir di hari Sabtu kliwon. Dan dia ragu, bahwa 15 Juni 1954 jatuh di hari Sabtu Kliwon.

Beberapa tahun lalu, saya iseng melakukan investigasi ringan terkait hal ini. Yang saya cek adalah argumen nomor tiga.

Di situs semacam ini, dengan mudah kita bisa mengecek hal-hal yang berkaitan dengan penanggalan dan weton.

Ternyata, tanggal 15 Juni 1954 bukanlah hari sabtu kliwon, melainkan hari selasa kliwon..

15 jun

Fakta ini semakin membuat saya curiga, jangan-jangan memang argumen Ibu benar adanya.

Setelah saya beritahu tentang fakta ini, Ibu mulai teringat sesuatu, katanya, dia mestinya lahir di bulan desember 1953, tapi lupa tanggalnya..

Dengan informasi tambahan ini, tidak terlalu sulit untuk melacak tanggal kelahiran Ibu yang sesungguhnya.

Dengan aplikasi yang mirip, akhirnya diketahui bahwa tanggal lahirnya adalah Hari Sabtu Kliwon, 12 Desember 1953.

12 dec

 

Tanggal 15 Juni yang bertahun-tahun dirayakan sebagai hari ulangtahun Ibu, pun mendadak dilupakan.. Tapiii, tanggal 12 Desember sebagai ‘hari ulang tahun yang baru’pun belum dirayakan, nampaknya karena belum terbiasa.. :))

 

moral of the story: silakan dicek ulang tanggal ultah anda.. siapa tau salah atau tertukar.. 😉

ps. belakangan, ditemukan juga dokumen surat baptis, yang menyebutkan bahwa Ibu memang lahir di 12 Desember 1953.

Advertisements

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: