Grand Slam dan Steffi Graf

Saya lupa kapan dan bagaimana awalnya, tapi saya cukup cepat bisa membaca.

Saya ingat, saat kelas 1 SD, saat ulangan atau tes Caturwulan, banyak teman yang menunggu Bu Ning (guru saya waktu itu) membacakan soalnya. Sementara saya sudah selesai membaca sendiri sekaligus mengerjakan soalnya.

Oiya, saya juga sering ngobrol dengan Bu Ning, tentang serial drama seri Losmen yang memang tengah hits waktu itu. 🙂

SD saya di Muntilan, sebuah kota kecamatan, dan tentu saja waktu itu baru ada siaran TVRI.

Kembali ke soal membaca. Di rumah, kami berlangganan koran, majalah dan juga beberapa tabloid. Dan saya selalu suka membaca halaman olahraga.

Sayapun akrab dengan nama-nama olahragawan di pertengahan 80an sampai awal 90an.

Untuk tinju, jelas Elyas Pical, setiap dia bertanding, saya selalu menyelipkan doa untuk kemenangannya. Saya juga hafal nama lawan-lawannya, Ju do chun dan Caesar Polanco misalnya.

Untuk Badminton, saya ingat Icuk Sugiarto, yang sulit sekali mengalahkan Yang Yang. Ardi BW, Zhao Jianhua, Li Yong Bo dan Tian Bing Yi, Park Jo Bong dan Kim Mon Soo dan banyak lagi.

Untuk Sepak bola, saat itu saya suka Jerman (barat) dan tak pernah suka dengan Negara-Negara Amerika latin semacam Argentina ataupun Brazil.

Untuk Klub Eropapun, saya jadi lebih suka Bayern Muenchen.

 

Untuk tenis, saya mulai suka di penghujung masa kejayaan Martina Navratilova. Karena saya suka Jerman, maka saya sangat suka dengan Steffi Graf, dan juga Boris Becker.

Saya bahkan ikut bangga saat Steffi berhasil menjuarai ke-4 turnamen Grand Slam, sekaligus menjadi juara di Olimpiade Seoul tahun 1988.

Orang bilang, Steffi berhasil merebut “Golden Slam”.

Saking sukanya dengan Steffi, saya rajin nonton pertandingan dia di TV dan jadi kurang suka dengan Monica Seles. Petenis yang hobi melenguh saat memukul bola, yang kemudian menggantikan Stefi sebagai petenis putri nomor satu dunia.

 

Nah, menyambung tentang Grand Slam.

Akhir tahun lalu, saya membeli seperangkat Nintendo wii – rekondisi, karena nampaknya sudah tidak diproduksi lagi.IMG_20180523_220633

Ada 1 game yang paling sering saya mainkan, namanya Grand Slam tennis.

Sayapun jadi berkesempatan bertanding dengan petenis-petenis top dunia. Ada Boris Becker, Chris Evert, Williams bersaudara, Sharapova, Nadal, Federer bahkan ada juga Navratilova. Sayangnya, tidak ada Steffi Graf disana.:(

Oiya, Nintendo wii ini saya beli, setelah saya memendam keinginan untuk membelinya sejak tahun 2009 – atau 9 tahun yang lalu.

Lumayan lama juga ternyata..

Advertisements

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: